Pages

Tuesday, September 8, 2015

Telaah Buku Guru dan Buku Siswa Materi PPKn kls 4



Telaah  Buku Guru dan Buku Siswa
Materi PPKn
Kelas 4 Tema 1 Indahnya Kebersamaan



Nama kelompok
-          Ika Nur Harini               (13480071)
-          Yunita Ariyastuti            (13480075)
-          Nur Hady Wara Utami    (13480077)
-          Nunung Paryati              (13480079)
-          Yuyun Windiastuti (13480080)
-          Sulistiowati                   (13480084)
-          Emi Wulandari               (13480088)
-          Iswatun Khoiriah           (13480090)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014


Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga penyusunan buk tentang Telaah Kurikulum PPKn pada Buku Siswa dan Buku Guru SD/MI kelas 4 dengan tema “Indahnya Kebersamaan” dapat terselesaikan dengan baik.




SubTema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku
Kompetensi Inti
1.1 Menghargai kebhinneka-tunggalikaan dan keberagaman agama, suku bangsa, pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, upacara adat,  sosial, dan ekonomi di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf sebagaimana dicontohkan tokoh penting yang berperan dalam perjuangan menentang penjajah hingga kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila.
2.4 Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi Dasar:
3.1  Memahami makna dan keterkaiatan simbol-simbol sila Pancasila dalam memahami       Pancasila secara utuh
3.3 Memahami manfaat keberagaman karakteristik individu di rumah, sekolah dan masyarakat
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dari sudut pandang kelima simbol Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat
4.4 Mengelompokkan kesamaan identitas suku bangsa (pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi (jenis pekerjaan orang tua)  di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.

PEMBELAJARAN 1
Kompetensi Dasar:
3.4  Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
4.4 Mengelompokkan kesamaan identitas suku bangsa (pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi (jenis pekerjaan orang tua) di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat
Indikator:
·         Menjelaskan keberagaman yang ada di Indonesia dalam bentuk tulisan
·         Menjelaskan ciri khas suku Minang dalam bentuk peta pikiran
·         Menuliskan contoh perilaku sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak Indonesia

Catatan : sebaiknya indikator menjelaskan suku Minang diganti/ disesuaikan dengan daerah tempat tinggal, jadi misalya bagi siswa yang tinggal di Jawa dapat menggunakan indikator mengenal suku Jawa.


Tujuan Pembelajaran:
•          Setelah mengamati gambar dan diskusi kelas, siswa mampu menjelaskan keberagaman yang ada di Indonesia dalam bentuk tulisan dengan benar.
•          Setelah membaca teks “Mengenal Suku Minang”, siswa mampu mengolah informasi dalam bentuk peta pikiran dengan benar.
•          Setelah bernyanyi dan berdiskusi, siswa mampu menuliskan contoh perilaku sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak Indonesia dengan benar.

Materi
Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita wajib mensyukurinya. Kita tidak boleh merendahkan suku bangsa lain dan menganggap suku bangsa sendiri sebagai suku bangsa yang terbaik. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari pakaian adat, rumah adat, tarian adat dan sebagainya.

KEGIATAN BELAJAR
·         Siswa mengamati peta budaya perbedaan pakaian adat, rumah adat, tarian adat, dan alat musik tradisional.
·         Siswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku siswa.

Catatan : pada buku guru terdapat kegiatan belajar mengamati peta budaya perbedaan pakaian adat, rumah adat, tarian adat, dan alat musik tradisional namun pada buku siswa hanya terdapat gambar peta dan rumah adat saja. Untuk menanggulangi hal ini guru diharapkan lebih kreatif dalam menyampaikan materi sehingga kegiatan tercapai.

Berikut contoh materi yang dapat disampaikan jika disesuaikan dengan daerah tempat tinggal siswa di Jawa :













Gambar disamping menunjukkan rumah adat Gadang (Sumatera Barat)

 


Gambar disamping menujukkan rumah adat Joglo ( Jawa Tengah dan Yogyakarta)

 

 














 





1. Apakah pakaian adat yang mereka gunakan sama? Jelaskan!
2. Apakah rumah adat yang kamu lihat sama? Jelaskan!


Mengenal Suku Minang

Suku Minang sering disebut sebagai orang Padang atau Urang Awak, kelompok etnis Nusantara yang berada di Sumatra Barat. Selain bahasa Padang, orang Minang juga menggunakan bahasa Melayu. Alat musik tradisional Minang adalah talempong. Talempong dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik khas Minang lainnya yang dimainkan dengan cara ditiup adalah saluang.
Masyarakat Minang juga memiliki banyak jenis tarian, di antaranya adalah tari Pasambahan dan tari Piring. Tari Pasambahan biasanya ditampilkan dalam pesta adat. Rumah adat Minang disebut rumah gadang yang terbuat dari bahan kayu.
Rendang merupakan salah satu masakan tradisional Minang yang terkenal, bahkan telah dikenal di negara lain. Makanan khas masyarakat Minang lainnya yang juga digemari adalah sate padang dan dendeng balado. Orang Minang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain. Legenda yang terkenal adalah cerita “Si Malin Kundang”.

Temukan informasi penting dari bacaan tadi. Buatlah kesimpulanmu dalam bentuk peta pikiran!


Contoh perilaku
Sebagai anak Indonesia, aku merasa bangga terhadap keberagaman yang ada di Indonesia.
Mari kita ekspresikan kebanggaan kita melalui lagu “Aku Anak Indonesia”.
Menyukai makanan tradisional Indonesia, seperti gudeg yogya dan rendang padang.

PEMBELAJARAN 3
Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila Pancasila dalam memahami Pancasila secara utuh.
3.4  Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat.
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dari sudut pandang kelima simbol Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.

Indikator:
•    Menuliskan makna dari tiap sila Pancasila dalam bentuk peta pikiran
•    Menjelaskan perilaku yang sesuai dengan sila-sila Pancasila dalambentuk tulisan
•    Mendesain poster tentang persatuan

Tujuan Pembelajaran:
•          Setelah membaca teks dan berdiskusi siswa mampu menuliskan makna dari tiap sila
•          Pancasila dalam bentuk peta pikiran dengan benar.
•          Setelah berdiskusi siswa mampu menjelaskan perilaku yang sesuai dengan sila-sila
•          Pancasila dalam bentuk tulisan dengan benar.
•          Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat poster tentang keberagaman dengan benar.

Materi
   1.        Ketuhanan Yang Maha Esa
Simbol bintang bermakna bahwa bangsa Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
   2.        Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Simbol rantai bermakna bahwa manusia itu sederajat, dan bangsa Indonesia merasakan dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
   3.        Persatuan Indonesia
Simbol pohon beringin bermakna semua rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. ( Indonesia memiliki keragaman budaya , tetapi tetap satu Indonesia).
   4.        Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Simbol kepala banteng bermakna musyawarah dan orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.
   5.        Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Simbol padi dan kapas bermakna kemakmuran. Kemakmuran merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.
Tuliskan contoh sikap yang mencerminkan setiap sila dari Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari pada tabel berikut!
Sila ke-
Contoh Sikap
1.   Ketuhanan Yang Maha Esa
Beribadah sesuai dengan agama yang dianut









Membuat poster dengan tema “Walaupun Berbeda-beda, Kita adalah Satu”.
Contoh

PEMBELAJARAN 4
Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami makna dan keterkaitan simbol-simbol sila Pancasila dalam memahami Pancasila secara utuh
4.1  Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dari sudut pandang kelima simbol Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh

Indikator:
Menceritakan pengalaman mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan Pembelajaran:
Setelah berdiskusi siswa dapat menceritakan pengalamannya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Dituliskan dalam tabel di bawah ini!
Sila ke-
Pengalaman
1
Menghormati teman yang sedang beribadah sesuai dengan agamanya
2

3

4

5


Subtema 2 Kebersamaan dalam Keberagaman
Kompetensi Inti :
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
2.4  Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi Dasar :
3.4  Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat.
3.6  Memahami keberagaman alam dan sumber daya di berbagai daerah.
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

PEMBELAJARAN 1
Kompetensi dasar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat.
dan masyarakat.
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Indikator:
·         Menjelaskan makna bersatu dalam keberagaman
·         Menceritakan pengalaman bermain dengan teman yang berbeda-beda

Tujuan pembelajaran
Setelah mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu     menjelaskan makna bersatu dalam keberagaman dengan rinci.

Materi
Suku dan budaya yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar permainan tradisional. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan.

Berdasarkan uraian di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut !

•          Apakah perbedaan menghalangi Udin dan teman-temannya untuk berteman dan
bermain bersama? Jelaskan!
•          Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berlainan suku?
Keragaman budaya Indonesia juga terlihat dalam kain tradisional. Kain tersebut dirancang dengan motif dan warna yang berbeda-beda sehingga terlihat indah dan menarik. Mari amati kain tradisional berikut. Diskusikan dengan temanmu.



PEMBELAJARAN 4
Kompetensi dasar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah, dan masyarakat

Indikator
·         Menjelaskan makna dan penting persatuan dan kesatuan di rumah, sekolah, dan masyarakat
·         Menampilkan drama tentang makna dan pentingnya persatuan dan kesatuan di rumah, sekolah, dan masyarakat secara berkelompok

Tujuan pembelajaran
·         Setelah membaca teks, siswa mampu menjelaskan makna dan pentingnya persatuan
      dan kesatuan di rumah, sekolah, dan masyarakat secara runtut.
·         Secara berkelompok, siswa mampu menampilkan drama tentang makna dan pentingnya persatuan dan kesatuan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Materi
Seperti yang telah kamu ketahui sebelumnya, kita hidup penuh dengan keberagaman. Di dalam keluarga, hampir setiap anggota keluarga berbeda. Di sekolah, kamu mempunyai teman-teman yang berbeda. Di masyarakat, kamu mempunyai tetangga yang berbedabeda.
Tahukan kamu? Perbedaan yang ada di keluarga, sekolah, dan masyarakat akan
menjadi indah apabila dilandasi oleh persatuan dan kesatuan.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan persatuan dan kesatuan?
Untuk menjawabnya mari kita lakukan kegiatan berikut.
•          Ambil sebuah sapu lidi.
•          Cabut sebuah lidi dari sapu tersebut dan patahkan.
•          Ambil seluruh lidi pada sapu tersebut dan patahkan pada saat bersamaan.
•          Tulislah kesimpulanmu pada kolom di bawah ini dan diskusikan jawabanmu
•          secara berpasangan.

Pada umumnya, lidi digunakan untuk menyapu. Bisakah sebatang lidi digunakan untuk menyapu? Tentu saja tidak! Lidi dapat digunakan untuk menyapu jika terdiri atas beberapa puluh atau ratus lidi yang diikat cukup erat menjadi satu.
Dengan menyatukan lidi-lidi dalam satu ikatan, akan tercipta kekuatan yang besar. Jadi, persatuan dan kesatuan dapat diartikan kumpulan bagian-bagian yang disatukan. Hal
itu merupakan bukti pentingnya kekompakan dalam mewujudkan persatuan. Dengan demikian, persatuan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok. Tetapi,
lebih mengutamakan kepentingan umum.

Buku Guru :
Bermain Peran
·         Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 6-8 orang.
·         Setiap kelompok diminta membuat skenario drama tentang ‘Bersatu dalam Keberagaman’.
·         Siswa ditugaskan untuk membuat drama sesuai fokus yang telah ditentukan.
·         Siswa berlatih terlebih dahulu dalam kelompok sebelum tampil.

Buku siswa :
Kamu akan bekerja dengan kelompokmu untuk menampilkan drama tentang bersatu
dalam keberagaman dengan ketentuan sebagai berikut.
·         Kelompok 1 dan 2 menampilkan drama tentang bersatu dalam keberagaman dirumah. Misalnya tentang merawat tanaman di rumah.
·         Kelompok 3 dan 4 menampilkan drama tentang bersatu dalam keberagaman di sekolah. Misalnya tentang regu piket membersihkan ruang kelas.
·         Kelompok 5 dan 6 menampilkan drama tentang bersatu dalam keberagaman di masyarakat. Misalnya tentang memelihara kebersihan lingkungan.
Sebelum menampilkan drama, kamu dan kelompokmu akan membuat teks dialog  terlebih dahulu dan kemudian berlatih dalam kelompok.

Catatan : dari buku guru dan buku siswa suah sesuai, mungkin perlu ditambahkan untuk guru membantu mengkoreksi naskah yang akan di tampilkan dalam drama.



Subtema 3  Bersyukur atas Keberagaman
Kompetensi Inti :
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
2.4  Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kompetensi dasar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat    
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat

PEMBELAJARAN 3

Kompetensi dasar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat    
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat

Indikator
Memberikan contoh kegiatan yang menunjukkan sikap bekerja sama

Tujuan pembelajaran
Setelah berdiskusi kelompok, siswa mampu memberikan contoh kegiatan yang menunjukkan sikap bekerja sama dalam bentuk tulisan.

Materi

Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhir-akhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia juga membutuhkan biaya dengan berjualan makanan untuk membayar pengobatan anaknya.
Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam istirahat.


Jika kamu menjadi Siti, apa yang akan kamu lakukan bersama teman-temanmu? Diskusikan
dalam kelompokmu!
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantumu.
1. Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan?
2. Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli?
3. Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli?
4. Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya?
5. Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu Mimin menjaga
kantinnya?
Tuliskan hasil diskusimu!


 




Catatan : antara buku siswa dan buku guru sudah sesuai, tugas guru menilai Siswa mampu memberikan contoh kegiatan yang menunjukkan sikap bekerja sama dalam bentuk tulisan hasil diskusi. Siswa mampu menemukan contoh hubungan/interaksi manusia dengan lingkungan sosial dalam bentuk tulisan hasil diskusi. Dari penilaian di atas penilaian dapat dilakukan secara langsung.


PEMBELAJARAN 4
Kompetensi dasar
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat
4.3 Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat

Indikator
Memberikan contoh, manfaat, dan hal-hal yang dapat dilakukan dengan bekerja sama dalam bentuk peta pikiran

Tujuan
Setelah berdiskusi kelompok, siswa mampu menyajikan contoh, manfaat, dan hal-hal yang dapat dilakukan dengan bekerja sama dalam bentuk peta pikiran dengan benar.

Materi
Buku guru
Siswa berdiskusi secara berkelompok tentang sikap bekerja sama, kemudian membuat peta pikiran berdasarkan pertanyaan yang ada.
Buku siswa
Sudah tiga hari ini Dayu dan Beni tidak masuk sekolah, karena sakit. Mereka seharusnya menjadi anggota piket kebersihan kelas. Akibatnya, dibutuhkan petugas piket lain agar kelas bersih.
•          Jika kamu teman sekelas Dayu dan Beni, apa yang akan kamu lakukan?
•          Apa pula yang akan kamu lakukan untuk menghibur teman-temanmu yang sakit?
Lakukan kerja sama dengan kelompokmu untuk memecahkan masalah ini! Ceritakan hasilnya kepada kelompok lain!
Meskipun berbeda suku, Edo mengajak Lani, Udin, dan Siti menjenguk kedua teman mereka yang sakit. Mereka sepakat ingin membelikan beberapa makanan tradisional untuk Dayu dan Beni dengan menyisihkan sebagian uang saku.
Kamu baru saja mengetahui kerja sama yang dilakukan Edo, Lani, Udin, dan Siti. Sekarang, coba kamu buat peta pikiran dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut! Diskusikan lebih dulu dengan teman sekelompok!

Catatan : dari penugasan pada buku guru dengan materi pada buku siswa sudah sesuai.


Subtema 4 Bangga Pada Budayaku

 Berbagai kegiatan pada subtema 4 dirancang sebagai aplikasi dari keterpaduan
gagasan pada subtema 1-3. Berbeda dengan subtema 1-3, kegiatan di sini diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Rancangan kegiatan merupakan kegiatan-kegiatan besar yang membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa. Guru sebaiknya membaca seluruh pembelajaran terlebih dahulu. Perhatikan kebutuhan alat dan bahan.

TUNTUTAN KURIKULUM




A.    PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan yang penting dalam kehidupan. Meskipun dalam konteksnya mempunyai permasalahan yang kompleks. Pendidikan merupakan sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk manusia-manusia yang terampil, berbudi luhur dan kreatif. Namun, di negeri ini masih didapati kurang meratanya pendidikan serta rendahnya kualitas pendidikan.
Banyak faktor yang melatar belakangi rendahnya kualitas pendidikan di negeri ini, baik internal maupun eksternal. Penyebab rendahnya kualitas pendidikan bisa diartikan sebagai kurang berhasilnya proses pembelajaran. Salah satu permasalahan pendidikan yang masih menonjol ialah adanya kurikulum yang silih berganti. Memang perubahan kurikulum mengarah pada perbaikan sistem pendidikan, namun perubahan yang dilakukan dianggap membebani. Bagaimanakah seharusnya kurikulum itu di terapkan? Bagaimana pula kita harus menyikapi fenomena ini?. Kegelisahan tersebut akan dibahas dalam tulisan ini.
B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mngenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[1]
Selanjutnya UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 19 menyatakan hal yang sama dengan yang diatas. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yangpertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, danbahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. [2]
2.      Penerapan kurikulum di Indonesia
Implementasi kurikulum merupakan bentuk aktualisasi dari kurikulum yang telah direncanakan. Bentuk implementasi kurikulum adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru bersama siswa untuk mencapai tujuan kurikulum yang ditetapkan. Sering terjadi pelaksanaan kurikulum (pembelajaran) yang tidak sesuai dengan perencanaan kurikulum, sehingga mengakibatkan ketidaktercapaian tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkan.[3]
Permasalahan kurikulum di Indonesia dapat dikatakan bahwa kurikulum Indonesia terlalu kompleks, seringnya berganti nama, kurang lengkapnya sarana dan prasarana, kurangnya pemerataan pendidikan dan kurangnya partisipasi siswa. Dikenal juga setiap ganti menteri maka ganti pula kurikulumnya.
Hal yang masih hangat diperbincangkan yakni penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah yang baru melaksanakannya selama satu semester. Mendikbud menyampaikan bahwa keputusan penghentian Kurikulum 2013 berdasar rekomendasi tim evaluasi implementasi Kurikulum 2013 bahwa sebagian sekolah belum siap mlaksanakannya karena masih banyak masalah mulai dari kesiapan bku sampai faktor sekolah dan guru.
3.      Kurikulum seharusnya
Kehidupan di era global menuntut berbagai perubahan pendidikan yang bersifat mendasar. Perubahan dari pandangan masyarakat lokal ke global, perubahan dari kohesi sosial menjadi partisipasi demokratis, dan perubahan dari pertumbuhan ekonomi ke perkembangan kemanusiaan.[4]
Berkaitan dengan perubahan-perubahan kurikulum di Indonesia, berbagai pihak menganalisis dan melihat perlunya diterapkan kurikulum berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter, yang apat membekali peserta didik dengan berbagai sikap dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan teknologi.[5]
Tidak dipungkiri bahwa kurikulum selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Kurikulum sifatnya dinamis karena selalu berubah-ubah sesuai perkembangan dan tantangan zaman
Sehubungan engan kondisi tersebut, seharusnya pendidikan dan teknologi didayagunakan untuk mempengaruhi pola dan sikap serta gaya hidup masyarakat, guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.[6]
C.    PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan pendidikan, kurikulum memegang peranan penting sebagai acuan atau rel bagaimana suatu pendidikan dilaksanakan dan tujuan yang akan dicapai untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam implementasinya kurikulum harus dilaksanakan sesuai kebutuhan, pemerataan pendidikan, pembelajaran yang bermakna dan mengembangkam siswa.
2.      SARAN
Pemerintah diharapkan dapat memperbaiki sistem kurikulum yang ada, evaluasi kurikulum, pengembangan kurikulum dan sosialisasi kurikulum dapat terlaksana secara menyeluruh dan merata sehingga pendidikan di Indonesia dapat merata dan tidak terjadi ketidaksiapan.

DAFTAR PUSTAKA

Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

E. Mulyasa. 2013. Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.


[1]Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta: Raja Grasindo Persada, 2009), hlm 1
[2]Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
[3]Rusman, Manajemen,...hlm. 18
[4][4]E. Mulyasa, pengembangan Implementasi Kurikulum 2013 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 2
[5]Ibid., hlm. 6
[6]Ibid., hlm. 16

REVIEW BUKU QUANTUM READING



Identitas buku:
Judul               : Quantum Reading: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca
Editor              : Hernowo
Tahun              : 2003
Cetakan           : II
Tebal buku      : 215 halaman
Penerbit           : Mizan Learning Center
Kota terbit       : Bandung

Membaca, ketika mendengar kata membaca apakah yang ada di dalam pokiran kita? Tentu saja hal yang melekat di kehidupan sehari-hari, dari membaca hal-hal kecil seperti penunjuk jalan, pesan singkat, sampai menghabiskan beribu buku bacaan. Quantum Reading berkaitan dengan teknik yang praktis untuk menumbuhkan potensi membaca.
Di dalam buku ini ditawarkan banyak hal yang sangat khusus, yakni mengenai cara-cara membaca buku dengan memanfaatkan hampir seluruh potensi yang ada pada diri kita. Bisa juga dikatakan, buku ini dapat membantu para pembaca untuk memunculkan berbagai potensi yang ada dalam diri pembaca saat membaca buku.
Meski buku ini hanya terdiri dari dua bagian saja namun isinya dapat dikategorikan bukuu yang berisi. Kedua bagian itu yakni bagian pertama berisi konsep-konsep baru membaca buku bagi pembaca untuk memposisikan pembaca sesuai karakter si pembaca. Bagian kedua buku ini berisi teknis-teknis praktis bagi pembaca yang dapat menjadi pendorong minat baca si pembaca. Pada akhir bab juga terdapat semacam terminal yang disebut “kotak manfaat” yang berisi ajakan untuk mengikat makna tentang apa yang telah dibaca pada setiap bab.
Dijelaskan pada halaman 52 bahwasanya kegiatan membaca buku memang melibatkan banyak aspek, yakni berpikir (to think), merasakan (to feel), dan juga bertindak (to act). Bertindak disini dimaksudkan untuk melaksanakan hal-hal baik dan bermanfaat sebagaimana yang dianjurkan oleh sebuah buku.
Teknik baru membaca buku yakni membaca-super gaya accerated learning, belajar dengan lebih cepat, teknik ini dapat menjadikan kecepatan memahami dua kali lipat lebih cepat daripada orang tak terlatih. Teknik membaca-total SAVI yang melibatkan bergerak dan berbuat, berbicara dan mendengar, mengamati dan menggambarkan, dan juga memecahkan dan merenung. Unsur SAVI merupakan unsur terpadu agar belajar lebih optimal. Ada juga teknik membaca-kaki gaya quantum learning dengan memfungsikan otak kanan dan kiri. Yang terakhir ada teknik membaca-dini gaya revolusi cara belajar berkaitan dengan bagaimana membiasakan membaca buku sjak dini. Pada bab terakhir ditambahkan teknik membuat resensi buku dan menambah pemahaman kita untuk membuat resensi dan memudahkan memahami suatu buku secara ringkas.
Kelebihan buku ini terletak pada kekayaan cara atau metode atau kiat yang ditawarkan. Dengan kata lain, buku ini dapat diakses oleh siapa saja oleh pribadi dan gaya belajar yang berbeda-beda. Cara membaca buku ini juga disesuaikan dengan cara bekerja otak.
Menurut saya buku ini sangat bagus untuk menumbuhkan semangat membaca kita. Buku yang layak untuk dibaca dan dimanfaatkan, menumbuhkan keyakinan dan potensi yang ada dalam dirinya untuk membaca dan membuka wawasan yang lebih luas.

Thursday, December 18, 2014

steps to get on

setiap hari melangkah.. bertahan.. untuk maju dan berharap..
meski semangat kadang hampir tak ada..
namun ku selalu berusaha..
entah itu berbuah atau tidak.. . .
yaa beginilah aku,
aku yang merasa belum mampu memahami diriku sendiri
aku yang merasa belum menjadi yang terbaik.. ,
di tengah perjalanan selalu ada.
ada ingatan tentangnya..
tak jarang banyak pengingat untuk maju dan sejenak memudarkan
namun harapan ini tetap ada
 ku tah ini tak pantas, dan memaksa memantaskan
meski mungkin caraku salah ,
tak tega membiarkan tak menghiraukan namun bagaimana
ini tetap harus kujaga ku harap ia mengerti usahaku.. ,
kuatkan aku, bantu aku
menggapai surga-Nya
dengan ridho-Nya

Thursday, November 28, 2013

Donat Kentang Isi Coklat Leleh

Bahan - bahan :
400 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram gula pasir
1 sachet susu bubuk
1 sendok teh ragi instan
50 gram kentang kukus, dihaluskan
1 butir telur
150 ml air es
50 gram margarin
1 sendok teh garam

Bahan Isi:
Coklat masak pekat 250 gram , lelehkan dengan cara di tim.
Gula donat secukupnya untuk taburan.

Cara Membuat :
1.   Donat: campur tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instan, dan kentang. Aduk rata.
2.   Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
3.   Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit.
4.   Timbang masing-masing 30 gram. Bulatkan.  Diamkan 45 menit sampai mengembang di atas loyang yang ditabur tepung.
5.   Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.
6.   Isi: Rebus air di panci kecil. Taruh potongan coklat masak ke dalam mangkuk atau panci yang sedikit lebih besar. Letakkan di atas panci kecil yang berisi air. Didihkan hingga coklat meleleh. Masukkan ke kantong plastik segitiga. Masukkan dalam kantung plastik segitiga.
7.   Lubangi bagian sisi donat dengan sumpit. Semprot sisinya dengan bahan isi. Tabur dengan gula donat



Sunday, November 17, 2013

membuatku tak mengerti

entah, apa yang ku pikirkan..
beraat rasanya ...
hari yang terlalui terasa tanpa hasil, seakan menyiakan waktu yang tlah berlalu..
.
mencoba berdiri kokoh diatas keinginan ..
namun, tak terpungkiri terkadang terlintas kekhawatiran..
ku harap tak kan terulang lagi di masa depan..
.
aku harus sanggup, harus kuat akan semua ini
agar indah pada saatnya..
.
ketika keteguhan hati yang sedikit tergoyahkan karna mendengar cerita tentangnya..
ku merasa tak bisa membantu nya, .
bahkan malah menambah masalahnya..
.
ingin ku memberi support untuknya,.
tapi, rasanya mengganjal..
.
harapanku jadilah yang terbaik..
usahakanlah yang terbaik..
bantu aku mewujudkan tujuan kita..
.
ku mengerti apa yang kau rasa..
ku harap kau juga mengerti apa yang ku rasa..
namun kita tetap harus menjaganya..
.
yaAllah, ampunilah hamba dulu, sekarang dan esok..
teguhkanlah pendirian hamba ini, kuatkanlah hamba, .
bantulah hamba agar bisa menjadi yang terbaik..